Beranda › Panduan ROI Kripto
Panduan

Panduan ROI Kripto untuk Pemula

Rumus, istilah, dan kesalahan umum saat menghitung untung rugi kripto.

Rumus ROI

ROI (Return on Investment) mengukur seberapa besar hasil dibandingkan modal:

ROI = (nilai akhir − modal) ÷ modal × 100%

Contoh: modal Rp10.000.000 menjadi Rp12.500.000. ROI = (2.500.000 ÷ 10.000.000) × 100% = 25%.

Istilah penting

IstilahArti
Break-evenHarga jual minimum agar tidak rugi setelah semua biaya.
APRImbal hasil tahunan tanpa bunga-berbunga.
APYImbal hasil tahunan dengan bunga-berbunga.
Fee maker / takerBiaya exchange untuk order yang menambah atau mengambil likuiditas.
DCABeli nominal tetap secara berkala.
HashrateKecepatan perhitungan perangkat mining.
SlippageSelisih antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi.

Kesalahan umum saat menghitung

  • Lupa memasukkan fee beli dan fee jual.
  • Mengabaikan pajak transaksi.
  • Membandingkan APR dengan APY seolah sama.
  • Tidak memperhitungkan perubahan harga koin saat staking.
  • Mengabaikan biaya listrik dan kenaikan difficulty pada mining.

Pakai kalkulator

Coba langsung perhitungannya dengan kalkulator di bawah ini.

Konten ini bersifat edukasi dan bukan nasihat keuangan atau pajak.

Coba kalkulator profit

Rp
Rp
Harga 1 koin saat kamu membeli.
%
Persentase naik dari harga beli.
Rp
Isi untuk menggantikan target %. Biarkan 0 jika pakai target.
%
Cek biaya di exchange kamu.
%
%
PPh final atas penjualan. Tarif bisa berubah — cek aturan DJP terbaru.

Hasil perhitungan

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu ROI dalam kripto?

ROI (Return on Investment) adalah persentase keuntungan atau kerugian dibanding modal awal.

Apa itu fee maker dan taker?

Maker menambah order ke buku order dan biasanya fee-nya lebih murah. Taker langsung mengeksekusi order yang ada dan fee-nya biasanya lebih tinggi.

Mengapa ROI saja tidak cukup?

ROI tidak memperhitungkan lamanya waktu dan risiko. ROI 50% dalam 1 bulan sangat berbeda dengan 50% dalam 5 tahun.